Architecture Sans Frontières Indonesia | Jl. Kota Baru 32A Bandung 40252 INDONESIA |

Mukadimah

Seiring perubahan zaman, perkembangan teknologi telah mempercepat arus informasi namun juga mengikis tradisi maupun arsitektur setempat. Perkembangan kota yang pesat melampaui kapasitas lembaga-lembaga tata-kelola ruang mengakibatkan tumbuhnya permukiman kota yang kumuh (slum), wilayah antara (suburban), serta berbagai bentuk kesenjangan antara desa dan kota.

Peran arsitek di Indonesia pun mengalami perkembangan; dari profesi elitis khas menara gading menjadi profesi yang kian merakyat dan responsif terhadap kenyataan sosial-budaya. Hal ini ditandai dengan berkembangnya pengetahuan perancangan dan perencanaan partisipatif serta keahlian memfasilitasi. Demikian selayaknya gerak tumbuh keahlian arsitektural yang diwarnai hubungan timbal balik antara arsitektur dengan ruang hidupnya, menuju arsitektur yang menguatkan sendi-sendi keswadayaan.

Perkembangan arsitektur dan keswadayaan juga menuntut kesinambungan yang lebih erat di antara dunia praktek dan teori. Dengan semangat pengembangan keilmuan, arsitektur swadaya menyentuh salah satu pokok prinsip ilmu pengetahuan arsitektural; bahwa ruang hidup yang memadai dan bermartabat adalah hak dasar bagi setiap manusia dan komunitasnya.

Dengan kesadaran dan kemampuan untuk berperan langsung, sejumlah arsitek dan akademisi bersepakat untuk mendirikan Arsitektur Swadaya dan Fasilitasi (ASF). ASF merupakan organisasi profesi nirlaba yang mengumpulkan para arsitek, akademisi, dan profesional lain, maupun badan-badan yang ingin bekerja bersama pada tingkat lokal, nasional, dan internasional dalam prakarsa untuk mewujudkan ruang hidup yang memadai dan bermartabat.

ASF adalah fasilitator bagi kelompok-kelompok yang rentan, kurang beruntung, maupun yang terpinggir dalam pembangunan. ASF memperjuangkan komunitas untuk masyarakat yang mandiri dan sadar akan potensi lokal serta kelestarian alam. ASF memperjuangkan lingkungan kerja yang partisipatif dan egaliter di antara para anggota, warga, kalangan swasta maupun pemerintah, dengan mendahulukan warga sebagai subyek utama. ASF mendukung nilai-nilai kesetaraan dalam lingkup sosial, budaya, dan lingkungan. ASF berupaya untuk mendorong perubahan aktual serta struktural melalui prakarsa perbaikan ruang hidup dan tata ruang secara kolektif bersama komunitas.