








Bangunan dua lantai ini dirancang sebagai balai warga sekaligus pusat kegiatan koperasi. Desainnya menggunakan perpaduan material yang efisien, yaitu beton atau pasangan bata plesteran untuk struktur utama dan dinding, dikombinasikan secara unik dengan rangka atap miring asimetris yang terbuat dari bambu. Penggunaan rangka bambu pada atap metal berwarna abu-abu ini tidak hanya memberikan sentuhan vernakular yang hangat, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap pemanfaatan material lokal dan ramah lingkungan.
Fokus utama desain ini adalah integrasi alam melalui dinding hijau modular (vertical garden) yang mendominasi sebagian besar fasad lantai dua. Panel-panel hijau dan cokelat ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga berperan penting dalam peningkatan kualitas udara dan mitigasi panas (cooling effect), menjamin kenyamanan bagi anggota koperasi dan warga yang berkegiatan di dalamnya.
Pemilihan site/lahan melalui rembug warga dengan menghasilkan kesepakatan dengan menggunakan lahan rumah warga yang sudah terbangun rumah tinggal satu lantai. Secara skema, pembongkaran akan dilakukan dan melakukan pembangunan ulang tiga lantai bangunan dengan lantai satu khusus kegiatan warga/koperasi, selebihnya di lantai dua dan tiga untuk tempat tinggal.
2021
Jakarta Barat
Perencanaan Partisipatif, Pendampingan Warga, Balai Warga
Koordinator: Brahmastyo Puji
Pendamping: Kanoasa Akbar, Bardha Gemilang, Wijatmoko, Vinsensius Gilrandy, Rakha Shonigiya, Andrea Fitrianto
Diminta mendampingi oleh Urban Poor Consortium (UPC) dan Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK)
AKUR, Koperasi Kaliapuran, Bambuso.
Asian Coalition for Housing Rights (ACHR)