ASF-ID

Sendi Bercerita

Program Rimba Terakhir merupakan program yang dinisiasi oleh Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Eknas WALHI) sebagai bentuk gerakan untuk membangun kesadaran masyarakat atas kerusakan hutan di Indonesia. Bahwasanya WALHI memberikan gambaran kepada masyarakat tentang keberadaan hutan-hutan yang masih ada di Indonesia dan berharap dengan keberadaan program ini, masyarakat dari berbagai kalangan akan sadar atas keberadaan hutan tersebut serta memiliki kesadaran untuk berusaha melindungi keberadaan hutan-hutan yang semakin terancam. Bentuk dukungan ini menurut WALHI adalah dengan berkolaborasi dengan  seniman, budayawan, media, praktisi film, dan akademisi untuk selalu berusaha menghentikan intrusi aktivitas investasi yang merusak keadaan hutan seperti perkebunan skala besar, tambang dan infrastruktur di kawasan hutan.

Dalam konteks Jawa Timur, program ini dilakukan di Desa Sendi, Pacet, Kabupaten Mojokerto pada 16-17 Agustus 2018. Sendi Bercerita merupakan program pentas seni yang bernuansa pro-lingkungan serta dengan konteks lokal budaya Sendi dan budaya Jawa Timur untuk mendorong kesadaran masyarakat tentang keberadaan rimba terakhir di Jawa Timur. Masyarakat Desa Adat Sendi memiliki konsep Toto Tentrem dan Kerto Raharjo. Toto Tentrem merupakan pemanfaatan bangunan rumah semi permanen selaras dengan alam, pemanfaatan lahan pertanian organik, peternakan dan pagar hidup sepanjang jalan dengan tanaman bunga, toga, buah dan lainya yang berfungsi mengoptimalisasi penyerapan air (produksi dan konservasi). Sementara Kerto Raharjo merupakan lahan hutan produktif dikelola dengan sistem hutan rakyat yang berkelanjutan dalam jangka panjang secara ekologis berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem yang bernilai ekonomis serta berfungsi untuk konservasi dan kelestarian sumber mata air. Kedua aspek ini dikontekstualisasikan dengan pemahaman masyarakat Sendi atas “Alas Sanggar“, yakni hutan yang dianggap sakral oleh masyarakat Sendi.

ASF-Malang pada kegiatan ini berkolaborasi dengan berbagai kalangan, seperti musisi, seniman rupa, seniman pertunjukan, relawan mahasiswa, dan warga Desa Sendi. Suatu struktur instalasi bambu, dari bambu petung (Dendrocalamus asper) lokal, dikerjakan secara gotong royong. Desain instalasi sendiri adalah modul struktur lengkung sederhana setinggi enam meter dengan lebar sepuluh meter yang dipergunakan sebagai panggung pertunjukan.

Tahun

2018

Lokasi

Kabupaten Mojokerto

Kategori

Masyarakat Adat, Kampanye Lingkungan, Kosntruksi Bambu.

Person in Charge

Robbani Amal Romis: Konsep desain, pengembangan desain dan maket, pelatihan kontrsuksi bambu, koordinator konstruksi.
Komunitas Turu Kene: Relawan konstruksi

Bekerjasama/Diminta

Diminta oleh Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Eknas WALHI) dan Wahana Lingkungan Hidup Jawa Timur (WALHI Jatim).

Kolaborator

Pendana

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia