






Lokasi proyek berada di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Desa Rogo di Kecamatan Dolo Selatan merupakan persinggahan berikut bagi tim. Sebuah desa yang terletak di bibir zona merah likuifaksi. Dalam bahasa Kaili, ‘rogo’ berarti remuk. Pada saat gempa Sulawesi Tengah 2018, Desa Rogo mengalami kerusakan hebat akibat gempa dan tanah amblas sedalam 6 meter yang membelah desa menjadi dua. Terdapat usulan untuk memindah sebagian desa ke wilayah yang lebih aman. Dengan merujuk cerita nenek moyang dan pengamatan terhadap struktur tanah, lokasi ditetapkan sejauh kurang lebih 500 meter dari lokasi awal.
Kawasan baru ini belum memiliki infrastruktur dasar yang memadai, seperti air bersih, drainase dan infrastruktur sosial. Warga bersama tim kemudian memutuskan untuk membangun balai warga sebagai langkah mula-mula pembangunan kawasan permukiman baru. Hal ini dimaksudkan sebagai titik nol kawasan, titik kumpul pada saat terjadi bencana, sekaligus menjadi stimulus bagi langkah pembangunan selanjutnya.
Arsitek dan pendamping suatu hari akan meninggalkan desa, sedangkan peserta dan warga akan tetap tinggal. Demikian relasi antar individu warga harus dijaga. Relasi di antara mereka yang terlibat pekerjaan dengan yang tidak, menjadi hal yang sensitif dan mengundang berbagai potensi konflik. Aspek sosial tersebut tidak dapat diabaikan begitu saja seperti jika memakai kacamata manajemen proyek. Dinamika sosial menjadi pertimbangan utama dan memengaruhi proses pengambilan keputusan dalam proyek.
Material bambu dipilih karena sifatnya yang ringan dan mampu meredam getaran gempa, sekaligus memberikan kesempatan bagi penyerapan tenaga kerja lokal. Dalam proses konstruksinya, ASF-ID mengajak dua artisan bambu dari Yogyakarta untuk bertukar pengetahuan dengan tukang lokal agar terjadi keberlanjutan penggunaan bambu oleh warga setempat.
Nama ‘Sou Singgani’ merujuk pada bahasa Kaili yang artinya rumah bersama. Bangunan diharapkan kedepan dapat digunakan sebagai ruang aman bagi seluruh warga dan dapat mengakomodasi kegiatan apapun, baik keagamaan, sosial dan kultural.
2019
Kabupaten Sigi
Rekonstruksi Pasca Bencana, Perencanaan Partisipatif, Konstruksi Bambu
Robbani Amal Romis: Pengembangan desain, fasilitasi desain partisipatif, manajemen konstruksi, pelatihan konstruksi bambu.
Rakha Shonigiya Putri: Konsep desain, fasilitasi desain partisipatif, pengawasan konstruksi, pelatihan konstruksi bambu, manajemen keuangan.
Kemitraan Partnership
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)
Kemitraan Partnership